Ngopi Bareng TamVan

Menu
  • Home
  • ngopi
    • Info Gadget Greget
    • Warkop Nusantara
    • Info TerApdet
  • Download
    • referensi barat
    • referensi timur (kitab)
    • Software
      • santai
  • dakwah
    • Komunikasi
      • mata kuliah 1
      • mata kuliah 2
      • mata kuliah 3
    • mata kuliah 2
    • mata kuliah 3
    • mata kuliah 4
  • buah pikiran
  • galeriku
    • ngetrip
    • kampus
  • makalahku

Jumat, 24 Juni 2016

Dunia Semakin Edan Evolusi Narkoba Jenis Baru

By Unknown19.16 Tidak ada komentar

Tembakau Cap Gorila yang beredar di kalangan mahasiswa dikemas dalam kantong plastik kecil. Narkoba hisap ini tergolong jenis baru yang belum dimasukan ke Undang-Undang Narkotika 

Liputan6.com, Jakarta - Dahi Komisaris Besar Polisi Slamet Pribadi berkerut ketika tim Liputan6.com memperlihatkan satu kantong plastik kecil berisi dedaunan seukuran dua jempol orang dewasa. Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) itu seperti diingatkan kembali akan barang haram yang pernah dimusnahkan pada 2013 ketika dia masih menjadi penyidik narkotik.
Slamet menghidu daun tersebut. Aroma yang muncul dari dedaunan tersebut menguatkan ingatannya. "Ini daun khat," ujar Slamet di kantornya di Jalan M.T. Haryono, Jakarta Timur, Jumat (11/3/2016). Dia heran lantaran daun yang dikenal sebagai teh arab itu ternyata masih ditanam di masyarakat.
Tim Liputan6.com juga menyerahkan sebungkus tembakau kepada Slamet. Tembakau itu didapatkan dari transaksi dengan seorang anak muda yang menjajakan dagangannya lewat media sosial. Sebungkus tembakau itu kemudian dibawa ke Balai Laboratorium BNN untuk diuji. Keluar dari laboratorium, Slamet membenarkan tembakau dengan nama dagang cap beruang tersebut positif mengandung zat narkotik baru.
"Positif. Hasilnya salah satu turunan sintetik canabinoid. Bahasanya kimianya FUB-AMB," katanya.
Slamet menyebutkan, dua barang yang dibawa tim Liputan6.com memiliki ikatan kimia yang terdaftar dalam 634 narkoba jenis baru yang ditemukan di dunia. Daun khat termasuk ke dalam kelompok katinon sedangkan tembakau cap beruang termasuk jenis canabinoid sintetik.

Menurut dia, produsen narkoba setiap tahun mendorong berkembangnya narkoba dengan senyawa yang berbeda dibandingkan narkoba lama.
Jumlah narkoba jenis baru ini melonjak drastis. Pada 2012, ditemukan 216 zat baru. Setahun kemudian, jumlahnya menjadi 430 zat.

Pada 2014, Slamet melanjutkan, dunia mencatat 450 narkoba jenis baru. Tahun lalu, jumlah narkoba jenis baru mencapai 643 zat. BNN sendiri menemukan 41 zat psikoaktif baru di Indonesia. "Dua minggu lalu, ada 38 narkoba jenis baru. Seminggu kemudian 41. Mungkin ke depan ada perkembangan lagi," ujar Slamet.
Slamet tak memungkiri perkembangan narkoba jenis baru di luar prediksi. Dia menyebut, hal itu dimungkinkan karena narkoba jenis baru dibuat dengan cara memodifikasi rantai kimia dari narkoba lama. Menurut dia, potensi ekstraksi bahan kimia ini membuat produsen narkoba terus bereksplorasi.
Narkotika jenis baru tersebut umumnya belum tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sejauh ini, baru 18 dari 41 narkoba jenis baru yang dimasukan ke dalam lampiran UU Narkotika dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Penggolongan Narkotika.

Read More

UINSA akan gunakan sistem CBT untuk jalur Mandiri

By Unknown18.54 Tidak ada komentar
Araaita.com - Kepala Bagian Akademik Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Drs Rijalul Faqih menanggapi mundurnya jadwal pendaftaran seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) jalur Mandiri yang sebelumnya di buka mulai tanggal 6 Juni 2016 menjadi 13 Juni hingga 25 juli 2016 mendatang.
Rijal mengatakan bahwa perubahan jadwal seleksi tersebut di karenakan terdapat perubahan pada tata cara pelaksaan ujian tes yang sebelumnya di rencanakan menggunakan tes tulis yang kemudian akan di alihkan dengan menggunakan Computer based test (CBT).
“Di tengah perjalan kemaren kita sudah merencaakan mau menggunakan CBT, dan itu sudah di putuskan bulat untuk CBT, dan kita juga dari aspek sarana dan prasarana  dan lainnya sudah siap sehinnga kita lakukan perubahan,” Ujarnya
Selain karena perencanaan tes menggunakan CBT, Rijal juga mangakui perubahan jadwal tes tersebut juga di karenakan sistem yang masih dalam proses persiapan. “karena kemaren memang perubahan itu persiapan sistem dan sebagainya masih di dalam proses sehingga pendaftarannya mundur,” Lanjutnya
Namun pada penerimaaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri pada tahun ini agak berbeda dengan tahun 2015 yang lalu, dimana UINSA kali ini hanya membuka satu kali tahap tes pada jalur mandiri, sedangkan pada tahun 2015 yang lalu UINSA membuka dua tahap tes mandiri, yaitu mandiri 1 dan 2.
Perubahan tersebut diakui Rijal, karena melihat animo seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi nasional pada tahun 2016 kali ini sudah banyak, selain itu menurut Rijal ketentuan Regulasi untuk jalur mandiri masih di beri alokasi sebesar 20 %.
“Sebenarnya untuk jalur mandiri ini, karena ketentuan regulasinya itu masih di beri alokasi untuk mandiri sebenarnya 20 persen, jadi sebenarnya kalau dari seleksi nasional itu kan sudah buang banyak kita, sehingga dengan 20 persen itu cukup dilakukan sekali aja,” Ungkapnya
Menurut kepala bagian akademik UINSA tersebut, animo peminat yang mendaftar di UIN Sunan Ampel Surabaya setiap tahunnya semakin meningkat. Rijal menuturkan pada tahun 2013 pendaftar UINSA mencapai sekitar 17.900, sedangkan  pada tahun 2014  mencapai 52.000 pendaftar.
Namun pada tahun 2015 yang lalu, menurut rijal ada penurunan pendaftar di UINSA, penurunan jumlah tersebut diakibatkan perubahan pada pola penerimaan, dimana pada tahun 2014 yang lalu semua prodi masuk pada jalur SNMPTN, SBMPTN, SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN.
“Tetapi kemaren mulai 2015 , yang ikut SNMPTN, SBMPTN itu prodi-prodi umum saja, sedangkan untuk yang UM-PTKIN dan SPAN-PTKIN itu prodi agama, jadi ada penurunan sekitar 43.000 pendaftar,  jadi turun sekitar 20 persen,” Jelasnya
Sementara itu, menurut Rijal untuk prodi Ekonomi Syari’ah masih menjadi favorit peminat prodi di UINSA selama tiga tahun terahir ini. “ ya kalau tiga tahun terahir ini masih di Ekonomi Syari’ah, mulai tahun 2014, 2015, 2016 masih sama paling banyak Ekonomi Syari’ah,” Pungkasnya. (Far/Arta)
Read More

Sabtu, 18 Juni 2016

PERINGKAT INTERNASIONAL VROOH !!!

By Unknown00.24 Tidak ada komentar
UIN Sunan Ampel Surabaya sudah masuk sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional. Secara resmi predikat tersebut diterima dari beberapa lembaga pemeringkat kampus dunia, antara lain:
  • Sertifikat ISO 9001:2008 untuk Pelayanan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).
  • Ranking Webometrcis untuk Website dan University Repository
  • Ranking 4 International Colleges and Universities (4ICU)
Read More

Jumat, 17 Juni 2016

UIN SUNAN AMPEL GELAR TES UM PTKIN

By Unknown23.58 Tidak ada komentar


UM-PTKIN Newsroom, Selasa (14/6/2016); Tes Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) resmi digelar hari ini, Selasa, 14 Juni 2016 sampai Rabu, 15 Juni 2016. Kegiatan yang secara serentak dilaksanakan di 55 PTKIN seluruh Indonesia tersebut digelar mulai pukul 07.00-11.00 WIB pada hari pertama dan pukul 07.30 WIB-09.45 pada hari kedua. Tes tersebut dilaksanakan dalam lima sesi, tiga sesi di hari pertama dan dua sesi di hari kedua. Namun khusus untuk hari kedua, kelompok tes IPA dan IPS hanya terdapat satu sesi tes.
Secara nasional, total seluruh pendaftar untuk UM PTKIN sebanyak 79.768 calon mahasiswa baru (Camaba). Jumlah tersebut terbagi atas kategori pendaftar, yakni 5.272 kelompok IPA, 60.361 kelompok IPS, dan 12.876 kelompok campuran (IPC). Selanjutnya dalam proses verifikasi terdapat 78.509 pendaftar yang melakukan pengisian data. Sementara 1.259 pendaftar lainnya tidak melakukan proses verifikasi.
Di Jatim, terdapat tujuh titik lokasi yang menggelar tes UM PTKIN. Diantaranya, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, IAIN Jember, STAIN Pamekasan, STAIN Kediri, IAIN Tulungagung, dan STAIN Ponorogo. Dari tujuh Perguruan Tinggi yang menggelar tes di Jatim, UIN Sunan Ampel Surabaya merupakan salah satu yang terbanyak ditempati peserta tes sejumlah 4.467 peserta.
Drs. H. Rijalul Faqih, M.Si, Sekretaris Panitia Lokasi (Panlok) 30 UIN Sunan Ampel Surabaya mengatakan, Jumlah ini meningkat tajam dibanding tes serupa pada tahun lalu, yang hanya ditempati sekitar 1.800 peserta. Jumlah ini juga jauh lebih banyak dibanding enam PTKIN lain di Jatim. UIN Malang misalnya, hanya ditempati 1.843 peserta, IAIN Jember 1.467 peserta, STAIN Pamekasan 1.708 peserta, STAIN Kediri 872 peserta, IAIN Tulungagung 1.458 peserta, dan STAIN Ponorogo 800 peserta.
Peningkatan signifikan tidak hanya terjadi pada jumlah peserta yang mengikuti tes di UIN  Sunan Ampel Surabaya. Jumlah peminat yang mengambil jurusan/prodi di UIN Sunan Ampel Surabaya pun meningkat. Dibanding tahun lalu, yang hanya sekitar 4.376 peminat meningkat hampir dua kali lipat, yaitu sejumlah 7.921 peminat. “Jumlah ini berdasarkan rekapiltulasi data peserta tes seluruh Indonesia, dan Alhamdulillah semua jurusan/prodi yang kami tawarkan terisi” tutur Drs. Rijal.
Lebih lanjut Drs. Rijal menjelaskan, khusus untuk UIN Sunan Ampel Surabaya terdapat 25 jurusan/prodi yang ditawarkan dalam tes masuk PTKIN kali ini. Dari jumlah tersebut Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam masih menjadi pilihan terfavorit Camaba sebanyak 1.681 peminat. Disusul Jurusan Pendidikan Agama Islam (1.194 peminat), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (747 peminat) dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Terkait jumlah peminat khususnya untuk Jurusan/Prodi keagamaan, Prof. Dr. Kamarudin Amin, MA., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI (Dirjen Pendis Kemenag RI) didampingi Dr. Muhammad Zain, S.Ag, M.Ag, Kasubdit Pengembangan Akademik Diktis Ditjen Pendis dalam kunjungan di UIN Sunan Ampel Surabaya mengatakan, peminat PTKI terbukti semakin melejit. Setiap tahunnya peminat terus bertambah hingga di luar dugaan. Tahun 2016 misalnya, peminat 55 PTKIN seluruh Indonesia menyentuh angka 129.741 pendaftar pada Jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional PTKIN (SPAN PTKIN). Sementara kuota yang disiapkan hanya 57.669 kursi.
Hal yang sama terjadi pada jalur UM PTKIN. Pendaftar awal sebanyak 79.870 orang, dan yang mengikuti ujian sebanyak 78.509 pendaftar. Dari jumlah tersebut, total kuota yang disediakan hanya 35.006 kursi. “Jadi total pendaftar yang tidak bisa diterima di PTKIN untuk dua jalur pendaftaran sekitar 116.936 calon mahasiswa,” terang Dr. Zain.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Kamarudin Amin secara khusus menampik anggapan bahwa kehadiran prodi umum membongsai prodi agama. Khususnya bagi PT yang telah beralih status dari IAIN ke UIN. Peningkatan jumlah peminat prodi keagamaan menjadi bukti bahwa transformasi sama sekali tidak mempengaruhi minat camaba pada jurusan/prodi agama. Hanya saja, Prof Kamarudin juga menegaskan, bahwa upaya peningkatan kualitas jurusan/prodi agama tetap terus diupayakan. “Kebijakan kita jelas, satu sekalipun peminat prodi agama akan tetap kita pertahankan,” tegas Prof Kamarudin.
Disamping itu, Terkait teknis pelaksanaan di UIN Sunan Ampel Surabaya Drs. Rijal mengaku telah melakukan koordinasi dengan setiap petugas di lapangan. Sebanyak 348 petugas dipersiapkan guna melancarkan proses pelaksanaan tes. Petugas tersebut terbagi menjadi 6 orang selaku Koordinator Lokasi, 6 orang Penanggung Jawab Lapangan (PJL), 6 orang pembantu PJL, 206 orang pengawas, dan 124 orang Penanggung Jawab Ruang (PJR). Seluruh petugas tersebut tersebar di enam titik lokasi tes di UIN Sunan Ampel Surabaya. Diantara di Fakultas Syariah dan Hukum, Ushuluddin dan Filsafat, Adab dan Humaniora, Dakwah dan Komunikasi, Tarbiyah dan Keguruan, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Sedangkan guna antisipasi ditemuinya peserta tes difabel, Drs. Rijal secara khusus meminta kepada masing-masing PJL untuk menyediakan ruangan khusus dari lokasi pelaksanaan tes. Kendati hingga hari pelaksanaan belum terdapat laporan akan adanya peserta difabel. “Pada identitas peserta yang kami terima memang tidak terdekteksi adanya peserta difabel. Namun kami sudah mengkoordinasikan dengan petugas di lapangan agar mengantisipasi hal itu. Salah satunya dengan menyediakan ruangan terdekat yang mudah diakses peserta difabel. Tentunya juga yang tidak menyulitkan petugas dalam pengumpulan naskah dan lain-lain,” tutur Drs. Rijal. (Nur/Humas PTKIN).

Read More
Postingan Lebih Baru Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2016 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  Juni (4)
      • Dunia Semakin Edan Evolusi Narkoba Jenis Baru
      • UINSA akan gunakan sistem CBT untuk jalur Mandiri
      • PERINGKAT INTERNASIONAL VROOH !!!
      • UIN SUNAN AMPEL GELAR TES UM PTKIN

NEW PROMO

INFORMASI

CATEGORIES

Copyright © Ngopi Bareng TamVan | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com